Keyword 1

Keyword 2

Pengertian Riba

Pengertian Riba

Alquran dan Hadis dengan tegas mengharamkan Riba, lalu kenapa ada perbedaan pendapat bahwa ada yang membolehkan dan ada yang mengharamkan Bank konvensional/Syariah. untuk itu perlu kita kaji lebih jauh apa sebenarnya riba, apa tujuan pelarangan riba, apa dampak riba, dimana posisi Bank Syariah/Konvensional dan bagaimana sikap kita.

Pengertian Riba

Ada beberapa pendapat yang menjelaskan tentang riba tetapi secara umum disimpulkan riba adalah pengambilan tambahan, atau pelipat gandaan harta secara batil.

“Hai orang – orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesama dengan jalan batil..”( QS : Annisa’ :29)

Jenis–Jenis Riba

Secara garis besar riba dikelompokkan menjadi dua, yaitu riba hutang pihutang dan riba jual beli.

Yang termasuk dalam riba hutang pihutang

1. Riba Qard

Suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyarakat kepada yang berhutang

2. Riba Jahiliyyah

Hutang dibayar lebih dari pokoknya karena sipeminjam tidak mampu membayar hutangnya pada waktu yang ditetapkan

Yang termasuk riba jual beli

1. Riba Fadhl

Pertukaran antar barang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi (emas, perak, uang, barang kebutuhan poko seperti beras, gandum, jagung dan kebutuhan tambahan seperti sayur dan buah buahan)

2. Riba Nasi’ah

Penangguhan atau penundaan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya.

Tujuan Pengharaman Riba

Pada hakikatnya riba diharamkan adalah dengan tujuan supaya kita

  1. Saling tolong menolong dan berlomba lomba dalam kebaikan.
  2. Meminjamkan atau memberi kelonggaran kepada orang yang sedang dalam kesulitan.
  3. Supaya kekayaan dimanfaatkan untuk investasi sehingga sektor real lebih giat

 Dampak Riba

  1. Menzalimi karena riba akan membuat hutang semakin lama semakin bertambah jika seseorang berada dalam kesulitan
  2. Yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin, apalagi tambahan yang diberikan tinggi. Sipeminjam wajib mengembalikan kepada pemberi pinjaman bagaimanapun keadaan sipeminjam sehingga saat kesulitan sipeminjam semakin terpuruk dan sipemberi pinjaman semakin mendapatkan berlipat ganda
  3. Terjadi perlambatan ekonomi, pada saat bunga atau tambahan yang diambil oleh sipemberi pinjaman besar maka akan membuat sipeminjam enggan untuk meminjam sebagai modal usahanya karena sipeminjam harus mengembalikan lebih banyak dari perkiraan untung usahanya
  4. Menurunkan produktivitas
  5. Melahirkan benih kebencian dan permusuhan

Salah satu lembaga yang melayani transksi keuangan adalah Bank, Bank sangat identik dengan riba maka lahirlah Bank Syariah yang berusaha menyesuaikan seluruh transkasi sesuai dengan tuntunan Syariah, tetapi tetap mengadopsi management, system Bank Konvensional secara umum.

Secara prinsip Bank Syariah adalah tempat transaksi penitipan atau menabung, tempat jual beli, tempat penyewaan dan tempat investasi sedangkan Bank Konvensional adalah tempat atau media transaksi keuangan, tempat menyimpan atau menabung, tempat investasi,  tempat meminjam baik untuk tujuan konsumtif atau pengembangan bisnis.

Sebagian masyarakat menganggap bahwa Bank Syariah sama saja dengan Bank Konvensional, hanya di akal akali saja supaya sesuai Syariah sedangkan manfaat atau benefitnya belum dirasakan berbeda bahkan lebih memberatkan karena margin Bank Syariah lebih besar dibandingkan Bank Konvensional umumnya karena Bank Syariah masih Bank kecil sehingga sumber dananyapun masih dana mahal

Untuk lebih jelasnya mari kita telusuri transaksi apa yang terjadi di perbankan syariah dan konvensional

SYARIAH KONVENSIONAL
Menititipkan uang dapat bonus Menyimpan uang dapat bunga
Investasi dapat bagi hasil Investasi dapat bunga
Membeli Barang harga dinaikkan Meminjamkan uang kena bunga
Membeli barang dicicil dengan jangka waktu berbeda maka harganyapun berbeda Meminjam uang dicicil dengan jangka waktu berbeda bunganyapun berbeda
Telat bayar kena biaya administrasi Telat bayar kena denda
Investasi (deposito) dijamin pokoknya oleh LPS Investasi (deposito/tabungan) dijamin pokoknya oleh LPS
Giro Wajib Minimum yang distorkan ke Bank Indonesia dapat bunga Giro Wajib Minimum yang distorkan ke Bank Indonesia dapat bunga

 

Dari perbandingan diatas terlihat bahwa kedua lembaga ini sama sama lembaga bisnis keuangan untuk mencari untung dengan cara mengambil margin atau tambahan atau bunga.

Mari kita lihat apakah transaksi di perbankan syariah sudah terbebas dari riba

1. Investasi di Bank Syariah dengan sistim bagi hasil

Saat kita datang ke Bank dengan maksud investasi maka kita akan ditawarkan produk sejenis deposito dengan perkiraan bagi hasil sekian persen. Seharusnya ketika kita ditawarkan investasi Bank harus memperlihatkan grafik atau tabel kinerja perusahaannya sehingga nasabah tertarik untuk berinvestasi. Salah satu yang membedakan antara investasi dengan bagi hasil adalah resiko ditanggung bersama tetapi dalam hal ini investor tidak menanggung resiko karena pokok investasinya dijamin utuh oleh Lembaga Penjamin Simpanan maka dalam hal ini akad investasi batal.

2. Transaksi Jual Beli

Pada saat kita menginginkan sesuatu tetapi tidak cukup uang maka kita akan ditawarkan pembiayaan dengan akad jual beli, barang yang kita inginkan dibelikan oleh Bank Syariah kemudian dijual kepada kita. Dalam hal ini Bank Syariah tidak lagi menjual sesuai dengan harga pasar tetapi sudah menaikkan harga bahkan harga akan semakin mahal ketika kita mengambil jangka waktu cicilan semakin lama (riba nasi’ah)

Saya yakin bukan sistim keuangan atau sistim ekenomi seperti ini yang diharapkan oleh Islam, Islam lebih mendorong supaya kita membantu yang lemah, saling tolong menolong, untuk mengikuti perkembangan jaman tentu dalam hal ini harus ada lembaga sosial yang mengelola kekayaan masyarakat dengan transaksi bebas dari riba. Saya yakin selagi Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang mencari untung dan tidak mau rugi maka Syariah sulit ditegakkan.

Saya berpendapat adanya Bank Syariah boleh boleh saja itu adalah strategi pemasaran bagaimana medapatkan pasar yang ada, bagaimana memanfaatkan potensi yang ada, bagaimana memanfaatkan kebudayaan yang ada di masyarakat tetapi adanya Bank Syariah berdampak kepada penyamaran esensi sistem ekonomi yang diharapkan oleh Islam.

Bagaimana Sikap Kita

  1. Mengharamkan keduanya, karena kedua duanya mengandung unsur riba, kelompok salafi dalam hal ini dengan tegas mengharamkan kedua duanya. Bagi kita yang bisa terbebas dari transaksi perbankan saya yakin mudah melakukan hal ini
  2. Membolehkan kedua duanya, dengan alasan pertama karena belum ada lembaga keuangan yang mampu mengelola uang dalam jumlah besar dengan management yang kuat dengan tingkat keamanan yang tinggi yang terbebas dari riba, kedua karena kedua duanya hanya memberikan pinjaman kepada yang mampu, memberikan pinjaman dengan cicilan maksimal sepertiga dari penghasilan, terjadinya gagal bayar atau tidak mampu bayar lebih disebabkan oleh peminjam tidak jujur saat memberikan informasi penghasilan dan pengeluaran dengan maksud mendapatkan pinjaman yang lebih besar, Bank tidak akan memberikan pinjaman kepada orang yang jelas tidak mampu bayar walaupun agunannya jauh lebih besar, ketiga karena margin yang diambil bank mengacu kepada inflasi atau penurunan nilai uang dimasa yang akan dating, keempat segala amal perbuatan kita tergantung kepada niat, masuk syurga atau tidak  tergantung kepada ridha Allah SWT. Menurut Ustad Qurais Sihab transaksi di Bank halal asalkan transaksi tidak atas dasar riba atau mengambil tambahan secara batil
  3. Memilih Bank Syariah dengan dasar untuk pemberdayaan ekonomi umat karena Bank Syariah tentu dikelola umumnya oleh muslim dan dananyapun disalurkan ke bisnis yang halal walaupun sebagian Bank Syariah dimiliki oleh non muslim dan dananyapun sebagian disalurkan ke non muslim.
  4. Sikap yang terbaik adalah jauhi segala sesuatu yang berbau riba, jangan berhutang karena hutang itu lebih dekat kepada kekufuran, jangan menumpuk harta, kalau punya kelebihan harta disedekahkan atau diinvestasikan untuk membantu orang yang membutuhkan.  (deryandri)

 sumber : (majalahsaran)

Leave a Reply




Info Bisnis

Arminaglobal Group

Melani Darman/Deri
Telp : 021-65868593

HP : 085265209928
Menara Salemba Lt 5
Jl Salemba Raya No. 5
Jakarta Pusat 10440


Perwakilan Bogor,
Didi Wahudi
HP : 082115511566, HP2: 081219114166

Perwakilan Medan,
Tinneke Lestari G.
HP :082163595959

Data Sponsor

DERYANDRI
085265209928
Kemayoran

Member Area